“Rimbawan kecil naik gunung yang tinggi,

Lalu hujan turun rimbawan jatuh.

Matahari terbit hujan berhenti,

Dan rimbawan kecil naik gunung kembali.”

Satu bait lagu di atas merupakan lagu “Rimbawan Kecil” yang kerap dinyanyikan para Forester khususnya mahasiswa Kehutanan UGM. Pada 26 Agustus 2017 lagu tersebut dinyayikan dengan penuh semangat oleh siswa-siswi SDN Kemuning dalam kegiatan Pendidikan Lingkungan (PL). Kegiatan PL ini digagas oleh Javan Wildlife Institute dan didukung oleh UGM serta Forestation (Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumber Daya Hutan FKT UGM). Kegiatan PL ini memiliki tema “mengenal dan Menjaga Hutan Kemuning”.

SDN Kemuning terletak di Desa Kemuning Kecamatan Bejen-Temanggungyang merupakan area hutan Perum Pehutani KPH Kedu Utara dan dapat dikatakan salah satu hutan tropis dataran rendah yang tersisa di Pulau Jawa. Dengan keberadaan sekolah dan tempat tinggal di tengah hutan membuat siswa-siswi memiliki intensitas interaksi dengan hutan cukup tinggi. Setiap aktivitas mereka tidak jauh dengan Hutan Kemuning.

Kegiatan PL ini bertujuan untuk mengenal lebih jauh mengenai sumber daya Hutan Kemuning. Dalam kegiatan ini, siswa-siswi diajak untuk mengenal salah satu satwa khas Hutan Kemuning, dan merupakan salah satu dari 25 jenis primata terancam di dunia, yaitu Kukang Jawa. Siswa-siswi berkesempatan melihat video mengenai perilaku Kukang Jawa di alam bebas, dan juga video perburuan yang mengancam keberadaan Kukang Jawa di alam. Selain menonton video, mahasiswa Forestation juga memberikan beberapa pengetahuan mengenai pentingnya menjaga keberadaan Kukang Jawa di Hutan Kemuning. Dari situ, siswa-siswi diharapkan memiliki pengetahuan yang lebih mengenai keberadaan Kukang Jawa di lingkungan tempat tinggal mereka.

Selain menonton video, siswa-siswi juga belajar mengenai rantai makanan dan fungsi hutan melalui permainan-permainan sederhana. Mereka belajar bagaimana sumberdaya hutan saling berinteraksi dan saling berkaitan menjadi satu siklus rantai makanan yang akhirnya juga penting dalam mendukung kehidupan mereka yang berada di tengah hutan. Pembelajaran di luar ruang dan permainana-permainan sederhana merupakan cara pembelajaran yang mudah diterima dan menyenangkan bagi anak-anak, sehingga diharapkan mampu memberikan kesan yang baik dan mendalam bagi mereka dalam menjaga hutan.

Kegiatan ini diakhiri dengan menanam semai pohon buah-buahan bersama-sama. Siswa-siswi belajar bagaimana menanam dan merawat semai yang baik. Pada kesempatan itu bukan berapa banyak semai yang dapat ditanam, tapi bagaiamana mereka dapat merawat semai ini tumbuh menjadi pohon yang sehat dan bermanfaat bagi mereka. Siswa-siswi diajak untuk belajar bertanggung jawab menjaga hutan, mulai dari hal sederhana yaitu merawat semai yang mereka tanam. Harapannya, kedepan mereka memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestarian sumberdaya Hutan Kemuning untuk kehidupan mereka di masa depan.

Di tengah perkembangan zaman dan meningkatnya ancaman kerusakan hutan saat ini, pendidikan lingkungan usia dini penting untuk dilakukan. Dari usia dini, anak-anak diajak untuk mengenal fungsi hutan dan pentingnya keberadaan hutan untuk mendukung kehidupan mereka kelak. Mungkin terasa berat jika mereka saat ini dibebani untuk secara langsung dan aktif menjaga hutan, tapi mengenal dan mencintai hutan dapat dimulai dari usia dini. Sehingga di masa mendatang mereka dapat menjadi agen konservasi Hutan Kemuning yang melestarikan sumberdaya hutan demi kesejahteraan semua maklhuk hidup. Merekalah Rimbawan-Rimbawan Kecil yang siap menjaga hutan mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published.